Bau Badan Tak Kunjung Hilang? Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya dengan Mudah

Bau badan, terutama pada bagian ketiak, merupakan masalah yang cukup umum. Meski bukan selalu tanda penyakit, bau yang menyengat bisa membuat seseorang merasa kurang percaya diri, bahkan menjadi tidak nyaman ketika harus berdekatan dengan orang lain.

Menariknya, keringat sebenarnya tidak selalu berbau. Bau muncul terutama ketika keringat bertemu dengan bakteri yang secara alami hidup di permukaan kulit. Bakteri tersebut memecah komponen tertentu dari keringat dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma khas.

Lalu, apa penyebab bau badan? Dan adakah cara sederhana, murah, bahkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita untuk mengatasinya?

Mengapa Ketiak dan Tubuh Bisa Mengeluarkan Bau?

Tubuh memiliki beberapa jenis kelenjar keringat. Salah satunya adalah kelenjar apokrin yang banyak terdapat di area ketiak dan selangkangan. Keringat dari kelenjar ini dapat menghasilkan bau ketika berinteraksi dengan bakteri di kulit.

Beberapa faktor yang dapat membuat bau badan menjadi lebih kuat antara lain:

1. Bakteri pada kulit

Bakteri merupakan salah satu penyebab utama bau badan. Semakin banyak keringat dan kelembapan yang tertahan di area tertentu, semakin mudah terjadi interaksi antara keringat dan bakteri.

Karena itu, menjaga area ketiak tetap bersih dan kering merupakan langkah pertama yang sangat penting.

2. Keringat berlebihan

Cuaca panas, olahraga, stres, rasa cemas, serta perubahan hormon dapat membuat seseorang lebih banyak berkeringat.

Pada sebagian orang, keringat yang berlebihan dapat merupakan kondisi yang disebut hyperhidrosis. Kondisi ini dapat menyebabkan pakaian cepat basah dan pada akhirnya memperburuk bau badan.

3. Makanan tertentu

Makanan dan minuman tertentu dapat memengaruhi bau tubuh. Bawang putih, bawang bombai, makanan pedas, alkohol dan beberapa jenis makanan lain dapat membuat bau menjadi lebih kuat pada sebagian orang.

Bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari. Cobalah memperhatikan apakah bau badan menjadi lebih kuat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

4. Pakaian yang lembap

Pakaian yang sudah penuh keringat kemudian dipakai kembali dapat menjadi salah satu penyebab bau sulit hilang.

Pakaian yang bersih, kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi masalah tersebut. NHS juga menyarankan penggunaan bahan pakaian alami seperti katun serta menghindari pakaian yang terlalu ketat.

5. Perubahan hormon

Perubahan hormon, termasuk masa pubertas dan perubahan hormonal lainnya, dapat memengaruhi produksi keringat dan bau tubuh.

6. Produk perawatan yang tidak cocok

Tidak semua deodorant atau produk pewangi cocok untuk setiap orang. Pada kulit tertentu, bahan pewangi atau bahan aktif tertentu dapat menyebabkan iritasi.

Jika kulit ketiak terasa perih, merah, gatal atau mengelupas setelah menggunakan suatu produk, sebaiknya hentikan pemakaian dan pilih produk yang lebih lembut.

7. Kondisi kesehatan tertentu

Dalam beberapa kasus, perubahan bau tubuh yang sangat mencolok dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan atau obat tertentu. Diabetes, gangguan hati, gangguan ginjal dan beberapa kondisi lain dapat menyebabkan perubahan bau tubuh. Namun, perubahan bau saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.


Cara Mengatasi Bau Badan yang Bisa Dilakukan di Rumah

Kabar baiknya, sebagian besar masalah bau badan dapat dimulai dengan langkah sederhana.

1. Bersihkan ketiak dan area yang mudah berkeringat

Mandi secara teratur menggunakan sabun dan bersihkan area seperti ketiak, selangkangan dan kaki dengan baik. Setelah mandi, keringkan tubuh sampai benar-benar kering, terutama bagian lipatan kulit.

NHS merekomendasikan mencuci area ketiak, selangkangan dan kaki setidaknya dua kali sehari pada orang yang mengalami masalah bau badan, kemudian mengeringkannya dengan baik.

2. Jangan hanya menggunakan parfum untuk menutupi bau

Parfum memang dapat membuat tubuh beraroma lebih harum, tetapi parfum tidak mengatasi sumber masalah bau.

Jika masalah utamanya adalah keringat dan bau ketiak, pertimbangkan produk yang memang ditujukan untuk area tersebut.

Deodorant atau antiperspirant?

Keduanya tidak sama.

Deodorant terutama digunakan untuk membantu mengendalikan atau menutupi bau.

Sementara itu, antiperspirant dirancang untuk mengurangi produksi keringat. Bahan aktif yang umum digunakan antara lain aluminium chloride, aluminium chlorohydrate atau aluminium zirconium.

Jadi, jika seseorang memiliki masalah utama berupa bau, deodorant dapat membantu. Tetapi jika masalahnya adalah keringat yang sangat banyak sekaligus bau, antiperspirant mungkin lebih sesuai.

3. Gunakan antiperspirant pada kulit yang kering

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, antiperspirant umumnya digunakan pada kulit yang kering. Jangan mengoleskannya pada kulit yang sedang luka atau mengalami iritasi.

Jika antiperspirant yang dijual bebas tidak membantu, dokter dapat mempertimbangkan antiperspirant dengan kekuatan lebih tinggi atau terapi lain sesuai penyebabnya.

4. Ganti pakaian setelah banyak berkeringat

Jangan menunggu pakaian menjadi sangat bau. Setelah berolahraga atau berkeringat banyak, sebaiknya segera berganti pakaian.

Pilih pakaian yang bersih dan tidak terlalu ketat. Bahan yang memungkinkan udara bersirkulasi dapat membantu mengurangi kelembapan pada kulit.

5. Perhatikan makanan

Tidak perlu langsung melakukan diet ekstrem. Cukup perhatikan apakah makanan tertentu membuat bau badan atau keringat menjadi lebih kuat.

Bawang, bawang putih, makanan sangat pedas dan alkohol termasuk beberapa pemicu yang dilaporkan dapat memengaruhi bau tubuh.


Bagaimana dengan Bahan Alami?

Banyak resep rumahan beredar di internet, mulai dari lemon, cuka apel, baking soda hingga berbagai jenis tanaman.

Namun, pembaca perlu berhati-hati.

Alami tidak selalu berarti aman untuk kulit.

Kulit ketiak termasuk area yang sensitif. Bahan yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan iritasi, terutama jika digunakan terlalu sering atau setelah mencukur bulu ketiak.

Beberapa sumber medis memang membahas bahan seperti baking soda, cuka apel atau lemon sebagai pendekatan alami untuk mengurangi bau, tetapi bukti dan keamanan penggunaannya tidak sekuat produk yang memang diformulasikan untuk kulit.

Karena itu, langkah alami yang paling aman justru sederhana:

bersihkan → keringkan → gunakan pakaian bersih → kurangi kelembapan → gunakan produk yang sesuai bila diperlukan.


Apakah Ada Salep atau Obat untuk Bau Ketiak?

Ada beberapa produk topikal yang dapat membantu pada kondisi tertentu, tetapi tidak semua bau badan membutuhkan salep atau obat.

Salah satu pilihan yang kadang digunakan untuk membantu mengurangi bakteri pada kulit adalah produk pencuci atau perawatan yang mengandung benzoyl peroxide. Bahan ini dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada kulit dan pada sebagian orang dapat membantu mengurangi bau. Namun, benzoyl peroxide dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Untuk orang yang mengalami keringat berlebihan, dokter dapat memberikan antiperspirant resep atau terapi lain. Pada kasus tertentu terdapat pula obat, suntikan dan prosedur medis untuk mengendalikan produksi keringat.

Jangan menggunakan salep antibiotik atau obat tertentu hanya karena bau badan tanpa mengetahui penyebabnya. Antibiotik bukan solusi umum untuk semua bau badan dan sebaiknya digunakan berdasarkan penilaian tenaga medis.


Kapan Bau Badan Harus Diperiksakan ke Dokter?

Bau badan biasanya bukan keadaan darurat. Namun, sebaiknya jangan mengabaikannya apabila:

  • bau badan tiba-tiba berubah secara mencolok;

  • bau tetap kuat meskipun sudah menjaga kebersihan;

  • tiba-tiba berkeringat jauh lebih banyak dari biasanya;

  • keringat sangat banyak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari;

  • sering berkeringat saat tidur;

  • terdapat luka, benjolan, nyeri, bengkak atau cairan dari area ketiak;

  • bau tubuh disertai gejala lain yang tidak biasa.

Perubahan bau yang sangat mendadak atau keringat berlebihan dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diperiksa.


Jadi, Apa Cara yang Paling Efektif?

Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang karena penyebab bau badan bisa berbeda-beda.

Tetapi sebagai langkah awal, coba rutinitas sederhana berikut:

Pagi

  1. Mandi dan bersihkan ketiak.

  2. Keringkan dengan sempurna.

  3. Gunakan deodorant atau antiperspirant yang sesuai.

  4. Kenakan pakaian bersih.

Setelah olahraga atau banyak berkeringat

  1. Segera bersihkan tubuh.

  2. Ganti pakaian yang basah.

  3. Pastikan area ketiak kembali kering.

Malam

  1. Bersihkan tubuh jika banyak berkeringat.

  2. Jika menggunakan antiperspirant, gunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan pada kulit yang kering.

Jika cara sederhana tersebut sudah dilakukan secara konsisten tetapi bau masih sangat kuat, jangan terus mencoba berbagai bahan rumahan secara acak. Konsultasi dengan dokter atau apoteker dapat membantu menentukan apakah masalahnya hanya bau badan biasa, keringat berlebihan, masalah kulit, atau membutuhkan pengobatan tertentu.

Kesimpulan

Bau badan bukan berarti seseorang tidak menjaga kebersihan. Dalam banyak kasus, bau muncul karena interaksi antara keringat dan bakteri alami pada kulit. Faktor seperti panas, stres, hormon, makanan, pakaian dan keringat berlebihan dapat memperkuatnya.

Kabar baiknya, masalah ini sering kali dapat dikendalikan dengan kebersihan yang baik, menjaga kulit tetap kering, mengganti pakaian secara teratur dan memilih deodorant atau antiperspirant yang tepat.

Dan jika bau badan tiba-tiba berubah, sangat kuat, atau tidak membaik meskipun sudah melakukan berbagai langkah sederhana, jangan hanya mencari cara untuk menutup baunya—cari tahu penyebabnya.

Potret Lifestyle — Menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup.