Kopenhagen, Agustus 2026 – Kenaikan harga bensin di Denmark kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya biaya pengisian bahan bakar yang semakin membebani masyarakat. Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, harga bensin kini mencapai sekitar 16,70 kroner Denmark (DKK) per liter, menjadikan Denmark sebagai salah satu negara dengan harga bahan bakar tertinggi di Eropa.

Kenaikan harga ini berdampak pada jutaan pengguna jalan, terutama mereka yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak warga mengaku mulai mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting guna menghemat pengeluaran.

Selain memengaruhi biaya transportasi pribadi, kenaikan harga bensin juga berpotensi meningkatkan biaya distribusi barang dan jasa. Ketika biaya pengangkutan naik, harga bahan makanan, kebutuhan pokok, hingga berbagai layanan lainnya juga berisiko ikut mengalami kenaikan.

Para analis ekonomi menilai harga bahan bakar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain harga minyak mentah dunia, nilai tukar mata uang, kebijakan pajak bahan bakar, serta kondisi geopolitik yang memengaruhi pasokan energi global.

Meski Denmark dikenal sebagai salah satu negara yang aktif mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dan kendaraan listrik, sebagian besar masyarakat masih menggunakan kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel. Karena itu, setiap perubahan harga bahan bakar tetap memberikan dampak langsung terhadap biaya hidup.

Untuk mengurangi beban pengeluaran, banyak warga mulai beralih menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan (carpool), bersepeda, atau mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi jangka panjang.

Masyarakat berharap harga bahan bakar dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga tekanan terhadap biaya hidup dapat berkurang. Sementara itu, pengguna kendaraan disarankan untuk merencanakan pengeluaran dengan lebih cermat serta membandingkan harga di berbagai stasiun pengisian bahan bakar agar memperoleh harga yang lebih hemat.

Harga Bensin Denmark Jika Dikonversi ke Rupiah dan Ringgit Malaysia?
Bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia yang ingin mengetahui perbandingan biaya, harga bensin sekitar 16,70 DKK per liter setara dengan sekitar RM10,52 per liter berdasarkan nilai tukar saat ini.

Jika dikonversikan ke mata uang Indonesia, dengan asumsi 1 DKK sekitar Rp2.650, maka harga bensin tersebut setara dengan sekitar Rp44.000 per liter. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar valuta asing.

Sebagai gambaran, sebuah mobil dengan kapasitas tangki 50 liter membutuhkan sekitar 835 DKK untuk pengisian penuh. Nilai tersebut setara dengan sekitar RM526 atau sekitar Rp2,2 juta, tergantung pada kurs yang berlaku.

Biaya tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan biaya pengisian bahan bakar di Indonesia maupun Malaysia. Hal inilah yang membuat masyarakat Denmark memberikan perhatian besar terhadap setiap perubahan harga bensin, meskipun rata-rata pendapatan di negara tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan banyak negara lainnya.

Meski demikian, kenaikan harga bahan bakar tetap memberikan tekanan terhadap biaya hidup, terutama bagi mereka yang setiap hari mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja, menjalankan usaha, atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Sumber: Berdasarkan data harga bahan bakar terbaru, harga bensin di Denmark berada pada kisaran 16,6 hingga 17,9 DKK per liter pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Harga