Keputihan Bau Menyengat: Kenali Penyebab, Tanda yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan
Keputihan merupakan hal yang dapat dialami oleh banyak perempuan. Pada kondisi tertentu, keluarnya cairan dari vagina merupakan bagian normal dari fungsi tubuh dan membantu menjaga kelembapan serta kesehatan vagina.
Namun, perubahan pada keputihan perlu diperhatikan. Jika keputihan memiliki bau yang sangat menyengat, berubah warna atau tekstur, atau disertai gatal, rasa terbakar, nyeri, maupun keluhan lainnya, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Bau yang tidak biasa dapat menjadi tanda adanya gangguan atau infeksi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Keputihan?
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Jumlah, warna, dan teksturnya dapat berubah mengikuti kondisi tubuh dan perubahan hormon, misalnya selama siklus menstruasi.
Keputihan yang normal biasanya berwarna bening hingga putih, tidak menimbulkan bau menyengat, dan tidak disertai rasa gatal atau nyeri.
Karena itu, perubahan yang cukup jelas dari kondisi biasanya perlu diperhatikan.
Mengapa Keputihan Bisa Berbau Menyengat?
Ada beberapa kemungkinan penyebab keputihan berbau tidak sedap. Salah satu yang cukup dikenal adalah bacterial vaginosis (BV), yaitu kondisi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina berubah.
BV dapat menyebabkan cairan vagina berbau amis, dan pada sebagian orang dapat disertai perubahan warna atau tekstur cairan. BV bukan sekadar masalah “kurang bersih”, sehingga membersihkan vagina secara berlebihan bukanlah solusi.
Penyebab lain juga dapat berupa infeksi menular seksual tertentu, seperti trikomoniasis, yang dapat menyebabkan cairan berbau tidak sedap dan disertai keluhan lainnya.
Infeksi jamur juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi biasanya lebih dikenal dengan keluhan seperti gatal dan cairan yang lebih kental. Tidak semua keputihan berbau disebabkan oleh jamur, sehingga penggunaan obat antijamur tanpa mengetahui penyebabnya tidak selalu tepat.
Ciri Keputihan yang Perlu Diperhatikan
Perubahan keputihan sebaiknya diperhatikan terutama jika terdapat:
Bau amis atau bau yang sangat menyengat.
Perubahan warna menjadi kuning, hijau, abu-abu, atau warna lain yang tidak biasa.
Cairan menjadi jauh lebih banyak dari biasanya.
Tekstur berubah secara mencolok.
Gatal atau rasa terbakar pada area kewanitaan.
Kemerahan atau iritasi.
Nyeri ketika buang air kecil.
Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.
Nyeri di bagian bawah perut atau panggul.
Perdarahan yang tidak biasa.
Satu gejala saja belum tentu dapat menentukan penyebabnya. Pemeriksaan diperlukan jika keluhan menetap atau mengganggu.
Keputihan Normal Tidak Sama dengan Keputihan yang Bermasalah
Penting untuk tidak langsung menganggap setiap keputihan sebagai penyakit.
Keputihan normal dapat berubah sesuai siklus hormon. Cairannya dapat menjadi lebih banyak pada waktu tertentu dan tidak selalu memiliki penampilan yang sama setiap hari.
Yang perlu menjadi perhatian adalah perubahan yang tidak biasa bagi tubuh sendiri, terutama jika disertai bau menyengat, gatal, nyeri, atau gejala lainnya.
Dengan mengenali pola tubuh, perempuan dapat lebih cepat menyadari apabila terjadi perubahan.
Kebiasaan yang Membantu Menjaga Kesehatan Vagina
Menjaga kesehatan area kewanitaan tidak berarti harus menggunakan berbagai produk pembersih khusus.
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bersihkan area luar dengan lembut
Vulva atau bagian luar organ genital dapat dibersihkan dengan air dan, bila diperlukan, produk yang lembut dan tidak mengiritasi.
Tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina dengan sabun atau cairan khusus karena vagina memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangannya.
2. Hindari douching
Douching adalah tindakan membilas atau membersihkan bagian dalam vagina menggunakan cairan tertentu.
Kebiasaan ini justru dapat mengganggu keseimbangan alami vagina dan tidak dianjurkan sebagai cara rutin untuk mencegah keputihan.
3. Pilih pakaian dalam yang nyaman
Gunakan pakaian dalam yang bersih, nyaman, dan tidak terlalu ketat. Jika pakaian dalam terasa lembap setelah berkeringat atau beraktivitas, sebaiknya diganti.
4. Jangan sembarangan menggunakan obat
Jangan langsung menggunakan antibiotik atau obat antijamur hanya berdasarkan warna atau bau keputihan.
Penyebab keputihan dapat berbeda-beda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.
Jika keluhan berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
5. Perhatikan kebersihan saat menstruasi
Ganti pembalut atau produk menstruasi secara teratur sesuai kebutuhan dan jaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah menggantinya.
6. Gunakan perlindungan saat berhubungan seksual
Beberapa penyebab keputihan dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual. Penggunaan kondom dan hubungan seksual yang lebih aman dapat membantu mengurangi risiko penularan infeksi.
Jika terdapat risiko infeksi menular seksual, pemeriksaan medis merupakan langkah yang tepat.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Tidak semua perubahan keputihan merupakan kondisi darurat. Namun, pemeriksaan sebaiknya dilakukan apabila keputihan:
Berbau sangat menyengat dan tidak membaik.
Disertai gatal atau rasa terbakar.
Disertai nyeri panggul.
Disertai nyeri ketika buang air kecil.
Disertai perdarahan yang tidak biasa.
Muncul berulang kali.
Terjadi setelah hubungan seksual berisiko.
Disertai demam atau tubuh terasa sangat tidak sehat.
Jika sedang hamil dan mengalami keputihan yang berubah atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan.
Jangan Malu Membicarakan Kesehatan Vagina
Salah satu alasan masalah kesehatan reproduksi sering terlambat diperiksa adalah rasa malu untuk membicarakannya.
Padahal, kesehatan vagina merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Keputihan yang berbau menyengat bukan sesuatu yang perlu membuat seseorang merasa malu. Yang terpenting adalah mengenali perubahan, tidak melakukan pengobatan sembarangan, dan mencari bantuan medis jika diperlukan.
Hindari Mitos tentang Keputihan
Ada anggapan bahwa semua keputihan terjadi karena kurang menjaga kebersihan. Anggapan tersebut tidak selalu benar.
Beberapa kondisi, seperti bacterial vaginosis, berkaitan dengan perubahan keseimbangan mikroorganisme normal di vagina. Sementara itu, infeksi tertentu dapat memiliki penyebab yang berbeda.
Membersihkan vagina secara berlebihan justru dapat mengganggu keseimbangan alaminya.
Karena itu, lebih bersih bukan berarti harus menggunakan lebih banyak produk pembersih.
Menjaga Kesehatan dari Kebiasaan Sederhana
Kesehatan area kewanitaan dapat dijaga dengan kebiasaan sederhana: menjaga kebersihan, menghindari produk yang dapat mengiritasi, menggunakan pakaian yang nyaman, melakukan hubungan seksual yang aman, serta memperhatikan perubahan pada tubuh.
Jika muncul keputihan dengan bau menyengat atau gejala lain yang tidak biasa, jangan hanya mencoba menghilangkan baunya. Cari tahu penyebabnya.
Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.
Kesimpulan
Keputihan tidak selalu berarti penyakit. Keputihan yang bening atau putih, tidak berbau menyengat, dan tidak disertai gatal maupun nyeri sering kali merupakan bagian normal dari fungsi vagina.
Namun, keputihan yang berbau sangat menyengat, berubah warna atau tekstur, atau disertai gatal, nyeri, rasa terbakar, maupun perdarahan yang tidak biasa perlu mendapatkan perhatian.
Jangan melakukan douching atau menggunakan obat secara sembarangan. Jika keluhan menetap atau mengganggu, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Mengenali tubuh sendiri merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan perempuan.
FAQ: Keputihan Berbau Menyengat
Apakah keputihan yang berbau selalu berbahaya?
Tidak selalu, tetapi bau yang sangat menyengat atau amis, terutama jika disertai perubahan cairan dan keluhan lain, perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah keputihan normal memiliki bau?
Keputihan normal dapat memiliki aroma ringan, tetapi biasanya tidak memiliki bau yang sangat menyengat atau mengganggu.
Apakah sabun kewanitaan dapat menghilangkan keputihan?
Produk pembersih tidak mengatasi semua penyebab keputihan. Membersihkan bagian dalam vagina secara berlebihan justru dapat mengganggu keseimbangan alaminya.
Bolehkah membeli obat keputihan sendiri?
Sebaiknya jangan langsung mengobati sendiri karena penyebab keputihan berbeda-beda. Obat yang tepat untuk satu penyebab belum tentu efektif untuk penyebab lainnya.
Apakah keputihan dapat berhubungan dengan infeksi menular seksual?
Ya, beberapa infeksi menular seksual dapat menyebabkan perubahan cairan vagina, bau, gatal, nyeri, atau keluhan lainnya. Jika ada kemungkinan paparan, pemeriksaan medis penting dilakukan.
Catatan kesehatan: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum dan bukan untuk mendiagnosis atau menggantikan konsultasi medis. Jika mengalami keluhan yang menetap, semakin berat, atau disertai tanda bahaya, periksakan diri kepada dokter atau tenaga kesehatan.
Baca lebih banyak artikel kesehatan, gaya hidup, dan peluang usaha di www.potretlifestyle.com.
