Diabetes melitus atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kencing manis merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini muncul karena tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin yang dihasilkan tidak bekerja secara efektif. Akibatnya, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi sehingga menumpuk di dalam aliran darah.

Diabetes menjadi salah satu penyakit yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Jika tidak dikendalikan dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, mulai dari gangguan penglihatan hingga penyakit jantung dan gagal ginjal.

Apa Penyebab Diabetes?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes antara lain:
Pola makan yang tinggi gula, lemak, dan kalori.
  1. Kurangnya aktivitas fisik atau jarang berolahraga.
  2. Kelebihan berat badan atau obesitas.
  3. Faktor keturunan atau memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.
  4. Bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun.
  5. Tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak terkontrol.
  6. Kebiasaan merokok serta gaya hidup yang tidak sehat.

Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai


Pada tahap awal, diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda yang umum dialami antara lain: 
  1. Sering merasa haus.
  2. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  3. Mudah lapar.
  4. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  5. Mudah lelah.
  6. Luka sulit sembuh.
  7. Penglihatan menjadi kabur.
  8. Kesemutan pada tangan atau kaki.
  9. Kulit lebih mudah mengalami infeksi. 
Jika mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kadar gula darah di fasilitas kesehatan.

Jenis-Jenis Diabetes 
 
1. Diabetes Tipe 1
Terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Penderitanya memerlukan terapi insulin seumur hidup.

2. Diabetes Tipe 2
Merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan. Penyebab utamanya adalah resistensi insulin yang dipengaruhi oleh pola hidup, berat badan berlebih, dan faktor genetik.

3. Diabetes Gestasional
Terjadi saat kehamilan akibat perubahan hormon. Kondisi ini biasanya membaik setelah melahirkan, tetapi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Komplikasi Diabetes

Apabila kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti: 
  • Penyakit jantung dan stroke.
  • Kerusakan ginjal (nefropati).
  • Kerusakan saraf (neuropati).
  • Gangguan mata (retinopati diabetik) yang dapat menyebabkan kebutaan.
  • Luka pada kaki yang sulit sembuh hingga berisiko amputasi.
  • Penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terhadap infeksi. 

Cara Mencegah Diabetes

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 dapat dicegah atau ditunda dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: 
 
  1. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
  2. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
  3. Berolahraga secara rutin minimal 150 menit per minggu.
  4. Menjaga berat badan tetap ideal.
  5. Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  6. Tidur yang cukup dan mengelola stres.
  7. Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko. 

Pentingnya Deteksi Dini

Deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi diabetes. Pemeriksaan gula darah secara rutin sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, mengalami obesitas, berusia di atas 40 tahun, atau memiliki tekanan darah tinggi.

Semakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan kadar gula darah melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, maupun terapi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Diabetes melitus bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele. Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit ini dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan yang tepat. Mengenali gejala sejak dini serta menerapkan kebiasaan hidup sehat merupakan langkah terbaik untuk mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.

Tanya Jawab (FAQ)

Apakah diabetes bisa sembuh?
Diabetes umumnya merupakan penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan pola hidup sehat dan terapi yang tepat.

Apakah makan gula menyebabkan diabetes?
Mengonsumsi gula secara berlebihan tidak secara langsung menyebabkan diabetes, tetapi pola makan tinggi kalori yang memicu kelebihan berat badan dapat meningkatkan risikonya.

Apakah diabetes hanya dialami orang tua?
Tidak. Diabetes dapat terjadi pada usia muda, bahkan pada anak-anak, tergantung jenis dan faktor risikonya.

Berapa kali penderita diabetes harus memeriksa gula darah?
Frekuensi pemeriksaan bergantung pada kondisi masing-masing dan anjuran dokter. Pemeriksaan rutin membantu memantau keberhasilan pengobatan.

Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Jika Anda mengalami gejala diabetes atau memiliki faktor risiko, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sumber referensi: www.potretlifestyle.com